MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW

 

MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW

  


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UIN AR-RANIRY BANDA ACEH

TAHUN 2021

Oleh:

 

Nama Mahasiswa  : Nuril Fahmi                    NIM : 190202054

Nama Mahasiswa  : Khairul Rezana              NIM :180202056

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun sampai dengan selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.

Penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi kami sebagai penyusun merasa bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

 

(Banda aceh, 8 maret 2022)

 

penulis


DAFTAR ISI

 

 

Kata Pengantar.................................................................................................................. ii

Daftar Isi............................................................................................................................. iii

BAB I Pendahuluan

1.1  Latar Belakang.............................................................................................................. 1

1.2  Rumusan Masalah.......................................................................................................... 1

1.3  Tujuan Penulisan........................................................................................................... 1

BAB II Pembahasan

2.1 Pembelajaran Kooperatif............................................................................................... 2

2.2 Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw........................................................................ 4

2.3 Sintaks Model Pembelajaran Jigsaw............................................................................. 4

2.4 Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran Jigsaw............................................ 6

BAB III Penutup

3.1 Kesimpulan.................................................................................................................... 8

Daftar Pustaka................................................................................................................... 9

 

 



BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  LATAR BELAKANG

Tipe Jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif di mana pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok.

Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini berbeda dengan kelompok kooperatif lainnya, karena setiap siswa bekerja sama pada dua kelompok secara bergantian.

Model pembelajaran Jigsaw merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian.

 

1.2  RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana pembelajaran kooperatif?

2. Apa pengertian model kooperatif tipe Jigsaw?

3. Apa saja sintaks model pembelajaran Jigsaw?

4. Bagaimana kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Jigsaw?

 

1.3  TUJUAN

 

1.      Untuk mengetahui pembelajaran kooperatif

2.      Untuk mengetahui pengertian model kooperatif tipe Jigsaw

3.      Untuk mengetahui sintaks model pembelajaran Jigsaw

4.      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Jigsaw

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Pembelajaran Kooperatif

 

Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan sistem pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesame siswa dalam tugastugas yang terstruktur.[1]

Model Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan siswa untuk dapat berinteraksi antara siswa untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan yang dimiliki, sehingga dalam proses belajar mengajar tidak terjadi jarak atau jurang pemisah antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Model ini bertumpu pada kerja kelompok kecil, berlawanan dengan pembelajaran klasikal (satu kelas penuh) dan model pembelajaran ini terdiri 6 tahapan pokok, yaitu: (a) Menentukan tujuan pembelajaran dan pengaturan pelaksanaan pembelajaran, (b) Memberi informasi kepada siswa melalui presentasi atau teks, (c) Membagi siswa dalam kelompok belajar, (d) Menentukan kelompok dan membantu kelompok belajar, (c) Menguji atau melakukan tes untuk mengetahui keberhasilan dari tugas-tugas kelompok, dan (d) Memberi penghargaan baik terhadap presentasi individu maupun kelompok[2]

Berikut ini akan dijelaskan Prinsip-Prinsip dan Ciri-ciri Model Pembelajaran kooperatif, yaitu:

 1. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Kooperatif, ada 4 (empat) prinsip dasar model pembelajaran kooperatif, sebagai berikut: yaitu: (a) Prinsip Ketergantungan Positif, keberhasilan suatu pembelajaran kelompok sangat tergantung kepada usaha yang dilakukan setiap anggota kelompok. Oleh karena itu, perlu disadari oleh setiap anggota bahwa keberhasilan penyelesaian tugas kelompok akan ditentukan oleh kinerja anggota, (b) Tanggung Jawab Perorangan, prinsip ini merupakan konsekuensi dari prinsip yang pertama. Oleh karena itu, setiap anggota memiliki tanggung jawab sesuai tugasnya. Setiap anggota harus memberikan yang terbaik untuk keberhasilan kelompoknya,untuk mencapai hal tersebut guru perlu memberikan penilaian terhadap individu dan penilaian kelompok, (c) Interaksi Tatap Muka, pembelajaran kooperatif memberi kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk saling memberikan informasi. Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok dan menghargai setiap perbedaan dan memanfaatkan kelebihan masing-masing, dan (d) Partisipasi dan Komunikasi, pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk dapat berpartisipasi dan berkomunikasi. Oleh sebab itu sebelum proses belajar mengajar dimulai, guru sangat perlu membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi dan berpartisipasi.[3]

2. Ciri-Ciri Model Pembelajaran Kooperatif, Berikut ini ciri-ciri yang dimiliki Model pembelajaran kooperatif, yaitu: (a) Siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar, (b) Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah atau pengelompokkan secara heterogen, (c) Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu, dan (d) Keuntungan dan Kelemahan Model pembelajaran kooperatif.[4]

Keuntungan : Di bawah ada beberapa keuntungan model pembelajaran kooperatif: (1) Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan ketrampilan bertanya dan membahas suatu masalah, (2) Memberikan kepada siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu kasus atau masalah, (3) Mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajar ketrampilan berdiskusi, dan (4) Para siswa lebih aktif berpartisipasi dalam diskusi, (5) Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan rasa saling menghargai dan menghormati pribadi teman.[5]

Kekurangan : Berikut ini terdapat beberapa kelemahan didalam model pembelajaran kooperatif, diantaranya adalah, yaitu: sebagai berikut: (a) Sulit sekali membentuk kelompok yang kemudian dapat bekerja sama secara harmonis, (b) Terbina rasa fanatic terhadap kelompok, (c) Anggota kelompok yang malas mungkin saja menyerahkan segala-galanya pada ketua kelompok, dan (d) Banyak juga orang beranggapan akan menguntungkan siswa yang malas yang hanya menggantungkan diri kepada siswa yang lebih pandai.[6]

Model pembelajaran kooperatif bertujuan agar terdapat efek (pengaruh) diluar pembelajaran akademik, khususnya peningkatan penerimaan antar kelompok serta ketrampilan sosial dan ketrampilan kelompok sehingga terjadi pembelajaran yang interaktif dan efektif.

 

2.2 Pengertian Model Pembelajaran Jigsaw

Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen. Materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa berupa teks dan setiap anggota bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari.

Menurut Rusman (2018, hlm. 217) kata jigsaw berasal dari bahasa inggris yang berarti gergaji ukir dan ada juga yang mengartikannya sebagai puzzle yang berarti sebuah teka-teki menyusun potongan gambar. Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (zigzag), yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama antar kelompok dengan silangan siswa kelompok lain (kelompok ahli) untuk mencapai tujuan bersama.

Isjoni (2013, hlm. 77) berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pembelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal.

Menurut Istarani (2014, hlm. 81) Model pembelajaran tipe jigsaw adalah model yang dirancang untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut kepada kelompoknya. Sehingga baik kemampuan secara kognitif maupun sosial siswa sangat diperlukan.

 

2.3 Sintaks Model Pembelajaran Jigsaw

Cara terbaik untuk memahami model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah dengan mengetahui langsung bagaimana sintaks, langkah atau prosedurnya. Menurut Rusman (2018, hlm. 220), langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah sebagai berikut.

1.      Siswa dikelompokkan dengan anggota sekitar 4 orang.

2.      Tiap orang dalam kelompok diberi materi dan tugas yang berbeda.

3.      Anggota dari kelompok yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli).

4.      Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang sub materi yang mereka kuasai.

5.      Tiap kelompok ahli mempresentasikan hasil diskusi.

6.      Pembahasan.

7.      Penutup.

 

Sementara itu, langkah langkah, sintaks, atau penerapan model pembelajaran jigsaw menurut Yamin (2013, hlm. 94) adalah sebagai berikut.

 

1.      Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 hingga 6 orang siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam anggota asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang ingin dicapai. Dalam teknik Jigsaw, setiap siswa di beri tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli. Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan bagian materi yang sama, serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya ketika mereka kembali ke kelompok asalnya.

2.      Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.

3.      Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.

4.      Guru memberikan penghagaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya.

5.      Materi sebaiknya secara alami dapat di bagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.

6.      Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

 

 

 

2.4 Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Jigsaw

 

Berdasarkan konsepnya yang akan membuat siswa bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan kelompoknya, serta harus mampu menjadi delegasi dan membantu sesama, jigsaw merupakan salah satu penerapan pembelajaran kooperatif yang paling optimal.

 

Menurut Hamdayama (2014, hlm. 83) model pembelajaran jigsaw memiliki beberapa kelebihan antara lain sebagai berikut.

1.      Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar, karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya kelompoknya.

2.      Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat.

3.      Model pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat.

 

Sementara itu kelemahan dari model pembelajaran jigsaw menurut Hamdayama (2014, hlm. 83) adalah sebagai berikut.

1.      Siswa yang aktif akan lebih mendominasi diskusi dan cenderung mengontrol jalannya diskusi.

2.      Siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berpikir yang lebih rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi apabila ditunjuk sebagai tenaga ahli.

3.      Siswa yang lebih cerdas akan cenderung merasa bosan ketika menerima penjelasan dari rekannya yang kurang setara dengannya.

4.      Pembagian kelas berisiko tidak heterogen, karena adanya kemungkinan terbentuk kelompok yang anggotanya kurang menonjol semua atau sebaliknya.

5.      Penugasan anggota kelas untuk menjadi tim ahli sering tidak sesuai antara kemampuan dengan kompetensi yang harus dipelajari.

6.      Siswa yang tidak terbiasa untuk berkompetisi akan sulit untuk mengikuti proses pembelajaran.

 

Ibrahim (dalam Majid, 2013, hlm. 184) juga mengemukakan beberapa kelemahan jigsaw yang meliputi beberapa poin di bawah ini.

1.      Membutuhkan waktu yang lama.

2.      Siswa yang pandai cenderung tidak mau disatukan dengan temannya yang kurang pandai dan yang kurang pandai pun merasa kurang percaya diri apabila digabungkan dengan temannya yang dianggap lebih pandai, walaupun lama kelamaan perasaan itu akan hilang dengan sendirinya.

 

 


 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

 

Dari pemaparan tentang model pembelajaran tipe jigsaw, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini cukup baik untuk di kembangkan dalam dunia pendidikan untuk memberikan rasa tanggung jawab, kerja sama, berinteraksi dengan orang lain dan melatih rasa percaya diri untuk menyampaikan pendapat.

Dan yang tidak kalah penting adalah manfaat untuk lebih kreatif dalam mengembangkan materi pembelajaran terutama matematika yang penuh dengan ide-ide kreatif, bukan hanya siswa yang di tuntut untuk kretif, namun guru juga di tuntut kreatif agar proses pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton.

Kunci tipe Jigsaw ini adalah kemandirian setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang diperlukan. Artinya para siswa harus memiliki tanggunga jawab dan kerja sama yang positif dan saling ketergantungan untuk mendapatkan informasi dan memecahkan masalah yang diberikan.

 Saran

Agar model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berjalan dengan baik dan lancar, maka guru harus lebih mempersiapkan konsep pembelajaran seperti pembagian kelompok, pembagian materi, dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk bahan diskusi siswa. Dan yang paling penting, guru dan siswa harus sama-sama lebih kreatif dalam proses belajar mengajar

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

1.      Fathurrohman, Muhammad. (2015). Model-model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.

2.      Hamdayama, J. (2014). Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter. Bogor: Ghalia Indonesia.

3.      Isjoni. (2013). Cooperative Learning. Bandung: Alfabeta.

4.      Istarani. (2014). Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Persada.

5.      Majid, A. (2017). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

6.      Rusman. (2018). Model – Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

7.      Suherti, Euis & Rohimah, Siti Maryam. (2016). Bahan Ajar Mata Kuliah Pembelajaran Terpadu. Bandung: Universitas Pasundan.

8.      Yamin, Martinis. (2013). Strategi dan Metode dalam Model Pembelajaran. Jakarta: GP Press Grup.

 



[1] Tukiran Taniredja, Model-Model pembelajaran Inovatif dan Efektif (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 55

[2] Saminan, Strategi Belajar Mengajar, (Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala, 2006), h. 102

[3] Wina Sanjaya, Trategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Grup, 2008), h. 246

[4]  Anita Lie, Cooperative Learnin (Jakarta: Gramedia, 2008) h. 30

[5] Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), h. 35.

[6] Djajadisastra, Metode-Metode Mengajar (Bandung: Angkasa, 1982), h. 51

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW"

Posting Komentar