HURUF JAR DAN MAKNA-MAKNANYA
HURUF JAR DAN MAKNA-MAKNANYA
TUGAS MAKALAH DALAM MATA KULIAH
ILMU GHARIB AL-QUR’AN
DISUSUN OLEH :
FALZEYRO : 190303130
SYAH MUHAMMAD REZA :

MAHASISWA PRODI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR
FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UIN AR-RANIRY
2021
A.
Latar Belakang Masalah
"اِنَّآ
اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ"
Artinya: “Sesungguhnya Kami
menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”.3
Dari ayat di atas jelas terlihat bahwa Allah memilih
bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur‘an agar bisa di
pahami oleh seluruh umat Islam di dunia.
Salah satu alasan terpilihnya bahasa Arab adalah karena bahasa Arab mudah untuk dipahami.
Di dalam bahasa Arab, kata
terdiri atas isim, fi’il, dan harf. Ketiga kalimat ini memiliki peranan yang
penting dalam memberikan arti dalam sebuah kalimat. Harf merupakan kelas kata
ketiga dalam bahasa Arab. Harf ini tidak memiliki arti dalam dirinya sendiri
akan tetapi ia memiliki arti apabila kata itu bergabung dan menyatu dengan kata
yang lain.
Harf jar adalah harf yang
banyak terdapat dalam al-Qur‘an. Harf jar ini berfungsi sebagai konjungsi dalam
ayat-ayat al-Qur‘an. Tanpa adanya harf jar, makna ayat-ayat al-Qur‘an tidaklah
sempurna. Harf jar ada banyak macamnya diantaranya adalah Ba’, Hatta, Ila, dan
lain sebagainya.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang permasalahan diatas, dapat penulis rumuskan permasalahannya
yaitu :
a.
Apa itu Harf
Jar?
b.
Apa makna dan
funsinya?
BAB
Ⅱ
HARF
JAR
A.
Harf Jar dan Peranannya dalam Kalimat
Harf
jar merupakan salah satu dari beberapa jenis harf dalam bahasa Arab. Adapun
maksud harf sebagaimana yang didefinisikan oleh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan
yaitu:
الحَرْفُ وَهُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ
عَلَى مَعْنًى فِيْ غَيْرِهَا4
Harf
adalah kata yang mempunyai makna jika digabungkan dengan kata yang lain.
Harf jar juga tidak dapat berdiri sendiri.
Harf jar dalam bahasa Arab sama halnya dengan preposition, dalam bahasa Inggris
atau kata depandalam bahasa Indonesia. Jadi, bila sudah memahami pengertian
kata depanatau preposisi berarti juga sudah memahami pengertian harf jar. Harf
jardalam bahasa Arab akan membuat kalimat setelahnya berharakat kasrah sehingga
harf jar ini menjadi salah satu ciri isim. Namun pada jamak
mudhakkar
Salim tidak ditandai dengan kasrah lagi tetapi berubah akhirnya dari un menjadi
in misalnya al-zhalimun menjadi al-zhalimin.
Jadi, bila dalam sebuah kalimat terdapat harf jar maka dipastikan kalimat tersebut adalah isim (kata benda).
Harf
jar dibagi menjadi dua bagian yaitu harf asliyyah dan harf zaidah. Di antara harf jar zaidah adalah min dan ba’.
Adapun harf yang termasuk harf jar tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Min (dari), contoh: Min al-masjid (dari masjid), Min Allah (dari Allah)
2.
Ila (ke), contoh: Ila al-madrasah (ke sekolah), Ila as-suq (ke pasar)
3.
‘An (dari), contoh: ‘an al-Nabiyy (dari Nabi), ‘an ‘Ali (dari ‘Ali)
4.
‘Ala (di atas), contoh: ‘Ala al-maktab (di atas meja), ‘Ala al-ard (di atas
bumi)
5. Fi
(di dalam) , contoh: Fi al-bait (di dalam rumah), Fi al-masjid (di dalam
masjid)
6.
Rubba (banyak/sedikit), contoh: Rubba rajul karim (banyak pemuda yang mulia)
7.
Ba’ (dengan), contoh: bi al-qalam (dengan pena)
8.
Kaf (seperti), contoh: ka al-qamar (seperti bulan), ka al-asad (seperti singa)
9.
Lam (kepunyaan), contoh: li al-ustadz (kepunyaan guru)
10.
dan huruf jar yang lain Mudh, Mundhu, Waw, Ta’, La’alla, Lawla, Mata, Khala,
Hasya, ‘Ada, Kay, dan hatta.
Hal
senada juga dijelaskan dalam buku al-Fiyah Ibn Malik dan Mulakhkhos al-Qawa’id
al-Lughat al-‘Arabiyyah.
Di antara kalimat-kalimat yang bisa dimasuki
oleh harf jar ini adalah :
ma
istifhamiyyah, ma masdariyyah bersamaan dengan silahnya, an masdariyyah
bersamaan dengan silahnya, lughat bani Uqayl, lughat Hudhail, isim zahir, pada
permulaan awal kalimat, dan isim dhamir.
B.
Makna-makna Harf Jar
Harf
jar mempunyai banyak makna. Berikut akan penulis jelaskan mengenai makna-makna
harf jar, diantaranya adalah:
1. Harf Min (مِنْ)
Di
antara makna harf min ada 8 yaitu:
a. Al-Ibtida'
(permulaan) yaitu permulaan tempat atau waktu. Misalnya Firman Allah Min
al-masjid al-haram ila al-masjid al aqsa (dari al-masjid al-haram ila al-masjid
al aqsa.
b. Al-Tab’id
(sebagian) contoh: Lan tanalu al-birra hatta tunfiqu mimma tuhibbun (kamu sekali-kali tidak sampai
kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta
yang kamu cintai).
c. Al-Bayan
menjelaskan jenis misalnya Fajtanibu al-rijsa min al-authan (jauhilah perbuatan
kotor yaitu menyembah berhala).
d.
Al-Ta’kid (untuk menguatkan) yaitu sebagai tambahan lafad contoh:
ma
ja’a min basyir (tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita
gembira maupun seorang pemberi peringatan).
e.
Al-Badal (ganti) contoh: Araditum bi ahayati al-dunya min al-akhirah (apakah
kamu semua ridha dengan kehidupan dunia sebagai ganti kehidupan akhirat).
f.
Al-Zarfiyah (didalam) contoh Ma dha khalaqu min al-ard (apa yang kamu
semua jadikan dalam bumi).
g. Al-Sababiyah wa al-Ta’lil contoh: Mimma khatiatihim ughriqu (mereka ditenggelamkan karena kesalahan-kesalahan mereka).
h.
Bermakna ‘An misalnya : Fawaylu li al-qasiati qulubuhum min dzikrillah (maka
kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat
Allah).
2.
Harf Ila(إِلَى)
Makna-maknanya
adalah sebagai berikut:
a.
Al-Intiha’ yaitu batas akhir waktu atau tempat misalnya : Min al-masjid
al-haram
ila al-masjid al aqsa (dari al-masjid al-haram ila al-masjid al aqsa).
b.
Al-Musahabah (bersamaan) contoh: Qala man ansari ila Allah (siapakah yang akan
menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?)
c.
Bermakna ‘Inda misalnya Qala rabbi al-sijn ahabbu ilayya mimma yad’unani ilayh
(Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi
ajakan mereka kepadaku).
3.
Harf ‘An (عَنْ)
Ada 6
makna yang dimiliki oleh harf jar ‘An yaitu:
a.
Al-Mujawazah wa al-‘abd ini adalah makna aslinya. Contohnya Sirtu ‘an al-balad
(saya berjalan dari Negara itu).
b.
Bermakna Ba’da misalnya Qala’amma qalil layusbihunna nadimin
(Allah
berfirman: "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang
yang menyesal").
c. Bermakna‘Ala misalnya : Wa man yabkhal fainnama yabkhal ‘an nafsih (dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri).
d.
Al-Ta’lil misalnya Wa ma> nah}nu bitariki alihatina ‘an qawlika (dan kami
sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu).
e.
Bermakna Min misalnya Wahuwa al-ladhi yaqbalu al-taubata ‘an ‘ibadih (dan
Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya).
f.
Al-Badal (ganti) contoh Wattaqu yawman la tajzi nafsun ‘an nafsi syaia (dan
jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak
dapat membela orang lain, walau sedikitpun).
4.
Harf ‘Ala (عَلَى)
Makna
‘Ala ada 8. Diantaranya adalah:
a. Al-Isti’la' (atas) baik secara hakiki (denotatif) maupun majazi
(konotatif)
contoh: Wa ’alayha wa ’ala al-fulk tuhmalun (dan di atas punggung
Ba’natang-Ba’natang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut
(denotatif). Faddalna ba’dhahum ’ala ba’d (kami lebihkan sebagian (dari) mereka
atas sebagian yang lain (konotatif).
b.
Bermakna ‘An misalnya Idha rad}iyat ‘alayya banu Qusyayr (ketika bani qusyair
mendapatkan kebahagiaan dari saya).
c.
Bermakna Fi misalnya Wa dakhala al-Madinata ‘ala hin ghaflatin min ahliha (dan
Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah).
d. Bermakna Ma’a misalnya Wa ata al-mala ‘alahubbih (dan memberikan harta yang dicintainya).
e.
Bermakna Min misalnya al-ladhina idhaktalu ‘ala annas yastawfun (yaitu
orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta
dipenuhi).
f.
Bermakna Ba’ misalnya haqiqun ‘ala an la aqula ‘ala Allahi illa al-haqq (wajib
atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak).
g.
Bermakna Lam yakni al-Ta’lil misalnya Wa litukabbiru Allah ‘ala ma
hadakum
(dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya
yang
diberikan kepadamu).
h.
Al-Istidrak misalnya ‘ala annahu la yay’as yakni lakinnahu la yay’as.
5.
Harf Hatta (حتى)
Harf
jar ini mempunyai makna intiha’ al-ghayah (batas akhir) namun berbeda dengan
ila di dalam empat hal:
a.
Majrurnya harus berupa isim dhamir
b.
Majrurnya merupakan akhir dari suatu perkara atau perkara yang bertemu dengan
perkara yang akhir.
c.
Apabila tidak bersamaan dengan qarinah yang menetapkan bahwa lafaz yang
setelahnya masuk di dalam hokum atau keluar dari hukum, maka diarahkan masuk
pada hukum, sedang huruf ila diarahkan keluar hukum.
d.
Masing-masing dari ila dan hatta terkadang memiliki tempat yang tidak pantas
untuk yang lain.
Di
antara makna harf jar Fi adalah sebagai berikut:
a.
Al-Zarfiyah (didalam) ada dua macam yaitu makaniyah (hakiki dan majazi) dan
zamaniyah. Misalnya :Sirtu fi al-nahar (saya berjalan disiang hari (zamaniyah),
Laqad kana lakum fi rasulillah uswatun hasanah (sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri
teladan
yang baik bagimu (makaniyah majazi), Fi adna al-ard wa hum min ba’di ghalabihim
sayaghlibun (di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan
menang (makaniyah hakiki).
b.
Al-Sababiyah wa al-Ta’lil Contoh: Lamassakum fi ma afadtum fihi ‘azhabun ‘Azim
(niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pemBa’caraan kamu tentang berita
bohong itu).
c.
Bermakna Ma’a misalnya :Qaladkhulu fi umamin qad khalat min qablikum min
al-jinn wa al-ins fi al-nar (Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke
dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum
kamu).
d.
Al-Isti’la’ (atas) contoh: Walausallibannakum fijudhu’ al-nakhl (dan
sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma).
e.
Al-Muqayasah (penyamaan/perbandingan) contohnya :Fama mata’ al-hayat al-dunya
fi alakhirat illa qalil (tiada kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan
dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit).
f.
Bermakna Ba’ misalnya: yasiruna fi t’n al-abahir wa al-kuli (mereka menikamkan
senjata pada otot dan buah pinggang).
g.
Bermakna Ila misalnya: Faraddu aidiyahum fi afwahihim (lalu mereka menutupkan
tangannya ke mulutnya (karena kebencian).
Statusnya kalimah harf yang berfungsi menge-jerkan
kalimat isim,
miliki 14 makna sebagaimana berikut :
a. Al-Ilsaq Haqiqi bertemu secara haqiqi. Contoh:
Amsaktu bi Zayd (Saya menahan Zaid).
b. Al-Ilsaq Majazi bertemu secara majazi. Contoh:
Marartu bi Zayd (Saya berjalan bertemu Zaid).
c. Al-Ta’diyah contoh: Dhahaba Allah binurihim
(Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka).
d. Al-Sababiyah contoh: Innakum zhalamtum anfusikum
bi al-ittikhadhikum al-‘ijl (sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri
karena kamu telah menjadikan anak lembu (sesembahanmu).
e. Al-Isti’anah contoh: Katabtu bi al-qalam (saya
menulis dengan pena).Jika ba’ masuk pada lafad yang menunjukkan arti alatnya
pekerjaan.
f. Al-Zarfiyah (didalam) contoh: Wa laqad nasarakum
Allah bi Badr (sungguh Allah telah menolong kamu sekalian dalam perang Badar).
g. Al-Musahabah (bersamaan) contoh: Qila ya Nuh
ihbit bi salam (difirmankan : hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera).
h. Al-Badal (ganti) contoh: Falayta li bihim qawman
idha rakibu syanaw al-igharat fursana wa rukbana (semoga sebagai ganti
golonganku, aku memiliki golongan ketika mereka naik kuda ( untuk berperang)
mereka dapat memporak –porandakan pasukan berkuda dan berunta para
musush-musuhnya).
i. Al-Muqabalah (barter) contoh: Isytaraitu bi alf
(saya membeli baju dengan harga seribu). Ma’na ini terdapat pada lafadz-lafazdz
yang berkonotasi ‘iwad (ganti)
j. Al-Mujawazah seperti ’An contoh: Fas’al bihi
khabiraay ‘anhu (maka tanyakanlah tentang Allah kepada orang yang lebih
mengetahui (Muhammad).
k. Al-Tab’id (sebagian) contoh: ‘Aynan yasyrabu
biha ‘ibad Allah (yaitu) mata air (dalam surga) yang sebagian darinya
hamba-hamba Allah minum).
l. Al-Isti’la’ (atas) contoh: Min ahl al-kitab man
in takmanhu bi qintar yaudduhu ilayk (di antara ahli kitab ada orang yang jika
kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan
di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar,
tidak dikembalikannya kepadamu).
m. Al-Qasam (sumpah) contoh: Aqsamtu bi Allah (saya
bersumpah atas nama Allah).
n. Al-Ta’kid (untuk menguatkan) yaitu sebagai tambahan lafad. Tujuannya adalah untuk memperindah makna. contoh: Alaysa Allah bi ahkam al-hakimi (bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?).Dalam kaitannya dengan makna ini, huruf jar Ba’ berstatus sebagai huruf zaidah, yang terdapat dalam enam hal yaitu tarkib fa’il misalnya ahsin bi Fatimah (sungguh alangkah cantiknya Fatimah), secara umum (ghalabah) misalnya qul kafa bi Allah syahida (katakanlah:cukuplah Allah menjadi saksi), darurat syiir (darurat al-syi’r) misalnya alam ya’tika wa al-anba’ tanmi bima laqat labun bani ziyad (apakah belum sampai kepadamu cerita itu sedangkan cerita untanya bani Ziyad sudah tersebar luas), tarkib maf’ul bih misalnya wa la tulqu biaydikum ila al-tahlukah (dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan), tarkib mubtada’ misalnya bihasbik dirham (kecukupanmu adalah satu dirham), tarkib khabar misalnya wa ma Allah bi ghafilin ‘amma ta’malun (dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan) dan wa alladhina kasabu al-sayyi’at jaza’ sayyi’at bimitsaliha (dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan mendapat balasan yang setimpal) tarkib hal yang ‘amilnya berbentuk nafi misalnya fama raja’at bikhaibah rikab hakim ibn al-musayyab muntahaha (rombongan pengendara unta tidak pulang dalam kondisi terhina sekalipun Hakim bin al-Musayyab) , dan tarkib taukid misalnya : ja’a ali bi ‘ainah (Ali telah datang) dan wa al-mutallaqat yatarabbasnabi anfusihim (wanita-wanita yang ditalaq hendaknya menahan diri).
o. Al-‘Iwad (ganti) contoh: Bi’tuka hadha bi hadha.
Selain 14 makna di atas, Mashlihan et. al. menambahkan satu makna lagi
yaitu al-Intiha’ al-Ghayah yang berarti batas maksimal atau batas akhir.
8. Harf Kaf (ك)
Harf jar ini mempunyai empat makna yaitu:
a. Al- Tasybih (penyamaan) misalnya ‘Ali ka al-asad (Ali seperti
harimau).
b. Al-Ta’lil misalnya Wadhkuruhu kama hadakum (dan berdzikirlah (dengan
menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu).
c. Bermakna ‘Ala misalnya Kun kama anta (tetap jadilah atas apa adanya
dirimu).
d. Al-Taukid yaitu tambahan dalam I’rab. Misalnya Laysa ka mitslihi
syai’un (tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia)
9. Harf Lam (ل)
Ada lima belas makna pada harf jar
ini. Di antaranya adalah:
a. Al-Mulk (kepemilikan) misalnya Li
Allahi ma fi as-sama’ wa al-ard (kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan
yang di bumi).
b. Al-Ikhtisas (pengkhususan)
misalnya Al-Hamdu lillah (segala puji bagi Allah).
c. Syibh al-Mulk yaitu disamakan
dengan lam al-nisbah. Contoh li al-dar bab (bagi rumah ada pintu).
d. Al-Tabyin yaitu disamakan dengan
lam al-mubayyinah karena ia berfungsi untuk menjelaskan. Misalnya Khalid ahabba
li min Sa’id ma ahabbani li al-‘ilm (Khalid lebih mencintai saya daripada
Sa’id. Seperti saya mencintai terhadap ilmu).
e. Al-Sababiyah wa al-Ta’lil contoh:
Inna anzalna ilayka al-kitab bi al-haqq litahkuma bayna al-nas bima araka Allah
(sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran,
supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan
kepadamu).
f. Al-Taukid yaitu tambahan dalam
I’rab. Misalnya Ya lalfadilah (wahai yang memiliki keutamaan).
g. Al-Taqwiyah contoh : li alladhina
hum li rabbihim yarhabun (untuk orang-orang yang takut kepada Tuhannya).
h. Al-Intiha’ al-Ghayah (batas
akhir) contoh: Kullun yajri liajalin musamma (masing-masing beredar hingga
waktu yang ditentukan).
i. Al-Istighathah contoh :Ya li Khalid
li Bakr
j. Al-Ta’ajjub (heran) Contoh Ya li
al-falah (wahai sang pemberi kebahagiaan).
k. Al-Sayrurah contoh: Faltaqatahu
alu Fir’aun liyakuna lahum ‘aduwwan wa hazana (maka dipungutlah ia oleh
keluarga Fir´aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka).
l. Al-Isti’la’ (atas) contoh:
Yakhirruna li al-adhqan sujjada (mereka menyungkur atas muka mereka sambil
bersujud).
m. Al-Waqt contoh: Aqim al-salat
liduluk al-syams (dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir).
n. Bermakna Ma’a misalnya
Litulijtima’- lam nabit laylatan ma’an.
o. Bermakna Fi misalnya Wanada’u
al-mawazin al-qist li yawm al-qiyamah (kami akan memasang timbangan yang tepat
pada hari kiamat).
10. Harf Waw dan Ta’ ( و،ت)
Kedua ahruf jar ini bermakna
al-Qasam (sumpah) dan harf jar Ta’tidak masuk kecuali pada lafad jalalah saja.
Contoh: Wa al-fajr (demi fajar); Wa ta Allah laakidanna asnamakum (demi Allah, sesungguhnya
aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu).
11. Harf Mudh dan Mundhu (مذ، منذ)
Kedua ahruf ini menjadi harf jar
ketika setelahnya adalah kata benda isim. Keduanya bermakna min bila berada
dalam susunan kalimat yang telah lalu (past tense) misalnya Ma ra’aytuk mudh aw
mundhu yawm al-jumu’at (saya tidak melihat kamu mulai hari jumat) dan bermakna
Fi bila keduanya berada dalam susunan kalimat (present tense) misalnya Ma ra’aytuk
mudh aw mundhu yawmina ( saya tidak melihatnya pada hari ini).
12. Harf Rubba (رب)
Harf ini mempunyai dua makna yaitu
Li al-Takthir (menunjukkan arti banyak) misalnya Rubba rajul karim laqaytuh
(banyak sekali lelaki mulia yang kutemui) dan Li al-Taqlil (menunjukkan arti
sedikit) misalnyaRubba rajul karim laqaytuh (sedikit sekali lelaki mulia yang
kutemui).
Syarat-syarat Rubba bisa memajrurkan
adalah sebagai berikut:
a. Dijadikan permulaan dalam awal
kalam
b. Majrurnya berupa isim nakirah
c. Majrurnya harus disifati dengan
jumlah atau mufrad
d. ‘Amilnya harus dilahirkan
e. Amilnya harus berupa fi’il madhi
13. Harf Khala, ‘Ada, dan Hasya (خلا،عدا،حاشا)
Ketiga ahruf ini bermakna Li
al-Istithna’ (pengecualian). Misalnya Qama al-qawm khala Zayd ( kaum itu telah
berdiri selain Zaid), Ja’a al-qawm ‘ada ‘Amr wa hasya Zayd (kaum itu telah
datang selain Umar, selain Zaid).
14. Harf Kay (كي)
Harf jar ini bermakna Li al-Ta’lil.Harf
ini memajrurkan pada tiga tempat yaitu pada Ma istifhamiyyah misalnya Kaymah?
(karena apa?); pada Ma masdariyyah bersamaan dengan silahnya contohnya Idza
anta lam tanfa’ fadurra, Fa’innama yurad al-Fata kayma yadurr wa yanfa’ (ketika
kamu tidak bermanfaat maka mendapatkan bahaya ,sesungguhnya yang dikehendaki
dari anak muda adalah supaya membahayakan dan bermanfaat); dan An masdariyyah
bersamaan dengan silahnya misalnya ji’tu kay akrim Zayd (saya datang untuk memuliakan
Zaid).
15. Harf Mata (متى)
Harf jar ini bermakna Min pada
lughat Hudhayl misalnya Syaribna
bima’ al-bahr thumma taraffa’at.
Mata lujaj khudr lahunn na’ij (awan-awan (pelangi) itu meminum air lautan, lalu
naik dari laut yang luas dan biru, dengan diiringi suara yang keras). awan
(pelangi) itu meminum air lautan, lalu naik dari laut yang luas dan biru,
dengan diiringi suara yang keras).
16. Harf La’alla (لَعَلَّى)
La’alla memajrurkan pada lughat Uqayl.
Misalnya Faqultud’u ukhrawarfa’ al-sawt jahratan. La’alla Abi al-Mighwar minka
qarib (saya berkata:” panggillah sekali lagi dan keraskanlah panggilanmu,
semoga Abu Mighwar dekat darimu”)
DAFTAR PUSTAKA
Al- Qaththan, Manna Khalil.
Pengantar Studi Ilmu al-Qur’an. terj. Mifdhol Abdurrahman. Jakarta: Pustaka
al-Kautsar. 2011.
As- Suyuthi, Imam Jalaluddin. Al-
Itqan Fi Ulum al-Qur’an. Kairo: Hijazi.
Tim Penyusun al-Qur‘an. Al-Qur’an
Al-Karim wa Tarjamah ila Lughah Al-Indunisiyyah. Kudus: Menara Kudus. 1997.
al-Andulisiy, Abi ‘Abd Allah
Muhammad Ibn ‘Abd Allah Ibn Malik. al-Fiyyah
Ibn Malik. Kediri: Madrasah
al-Islamiyah al-Salafiyah Ploso. 1997.
Al-Ghalayin, Musthafa. Jami’u
al-Durus al-‘AraBa’yyah. Beirut: Dar el-Hadith. 1426 H/2005 M.
al-Gharnati, Muhammad bin Yusuf al-Syahir
Abi Hayyan al-Andalusi. al-Bahr al-Muhit. (Beirut: Dar al-Fikr, 2005).
Harun, Salman. Pintar Bahasa Arab
al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati. 1431 H /2010 M.
al-Ja‘fiy, Abi ‘Abdillah Muhammad
bin Isma’il bin Ibrahim ibn al-Mighwar Bardizbah al-Bukhari. Shahih Bukhari.
Beirut: Dar al-Fikr. 1410 H/1995 M.
Ni‘mah, Fuad. Mulakhkhas Qawa’id
al-Lughah al-‘AraBa’yyah. Beirut: Dar al-Thaqafah al-Islamiyyah. t.th.
2
Yufridal Nur Salam, Bahasa Arab, (Ponorogo: STAIN Press, 2011), 1-2.
3 Tim
Penyusun al-Qur‘an, al-Qur’an al-Karim wa Tarjamah ila Lughat al-Indunisiyyah,
(Kudus: Menara Kudus, 1997), 209.
0 Response to "HURUF JAR DAN MAKNA-MAKNANYA"
Posting Komentar