Terjemahan Matan tashil aqidah Pengarang : Dr. Abdullah bin Abdul Aziz Al Jibrin Ustadz di fakultas tarbiyah di universitas malik su’ud di riyadh



Segala puji bagi allah yang maha Esa selawat beserta salam kepada siapa yang tidak ada nabi setelahnya, amma ba’du :
Inilah matan tentang rincian masalah masalah aqidah yang telah saya ringkas seringkas ringkas mungkin, agar memudahkan bagi penuntut ilmu untuk menghafalnya.
Saya mulai penulisan matan ini dengan pendahuluan, dan sya sebutkan di dalamnya beberapa pengertian tentang keyakinan keyakinan yang penting, kekhususan aqidah dan pertengahannya, kemudian saya ikutkan bab babnya sebagai berikut :
·         Bab Pertama     : susunan agama
·         Bab Kedua          : tauhid
·         Bab Ketiga         : pembatal pembatal tauhid
·         Bab Keempat    : hal hal yang mengurangi tauhid
·         Bab Kelima        : al wala’ dan bara’
Saya meminta kepada allah agar menjadikan  kesungguhan ini bermanfaat, benar, dan ikhlas. Semoga allah senantiasa bersolawat kepada nabi kita muhammad dan para sahabatnya..




Pendahuluan :
Aqidah adalah beriman kepada allah dan kepada apa yang wajib bagi-Nya dari pengesaan, serta beriman malikat –malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, hari kiamat, dan qadar baik atau buruk-Nya serta beriman dengan cabang dari pokok pokok iniyang sesuai dengan usul agama.
Dan yang benar mempunyai banyak nama , diantara yang paling penting adalah : as sunnah , usuluddiin, dan fiqhul akbar.
Dan orang orang yang berpegang teguh dengan aqidah yang benar, mereka adalah ahlus sunnah wal jama’ah, mereka adalah orang orang yang yang berpegang dengan apa yang rosulullah diatasnya, dan disetujui oleh para sahabat semoga allah meridhai merka. Dan ahlus sunnah juga di sebut sebagai ahli hadits, atau ashabul hadits, merkalah golongan yang ditolong, dan kelompok yang selamat.
Dan salaf (orang orang terdahulu) adalah mereka para sahabat nabi shalallahu alaihi wasallam dan orang yang mengikuti mereka dan berjalan pada jalan mereka dari para imam  imam agama dan dari tiga generasi yang dimuliakan.
Dan lawan dari kata salaf adalah khalaf, mereka adalah orang orang yanng menyelisihi jalan nabi shalallahu alaihi wasallam dan sebagainya seperti  khawarij,qadariyah, murji’ah,ahli kalam yang lebih mengedepankan akal ketimbang dalil dalil syar’i : seprti jahmiyah, mu’tazilah, dan asya’irah, dan selain meeka.
Dan aqidah islamiyah mempunyai banyak kekhususan diantaranya meyakini perkara ghaib, keyakinan yang tetap.
Dan ahlus sunnah wal Jama’ah berada di tengga tengah kelompok kelompok yang sesat, dalam masalah asma’ dan sifat Allah ahlussunnah berada diantara mu’athilah dan mumatsilah,mereka mengimani asma’ dan sifat yang tetap dalam dalil dalil syariat, Mereka beriman bahwasanya seluruh sifat allah adalah sifat yang haqiqi yang serasi dengan kemuliaannya, Dan tidak sama dengan sifat makhluk makhluk. Dan mereka pertengahan dalam masalah qadha dan qadar  diantara kelompok qodariyah dan jabariyah, maka merka meyakini  bahwasanya hamba hamba adalah pelaku secara pada hakikatnya, dan punya kehendak dibawah kehendak, dan bahwasanya pekerjaan mereka terjadi karena takdir allah, mencakup pengetahuan allah,dan penulisannya di lauh mahfuz, dan kehendak allah merupakan jendela untuk terjadinya  perbuatan itu, dan ciptaannya.
Dan mereka ahlussunnah pertengahan dalam masalah janji baik dan ancaman Allah diantara kelompok wa’idiyah dan murji’ah , merka meyakini bahwasanya seorang muslim apabila melakukan maksiat yang tergolong dosa besar yang tidak sampai menkafirkan dan tidak mengeluarkan dari agama islam, dan bahwasanya di akhirt kelak dia berada dibawah kehendak allah, jikalau allah ingin mengampuninya maka akan diampuni, dan jikalu allah ingin mengajabnya maka dia akan diazab sampai dia bersih dari dosa dan kemudian dimasukkan kedalam surga.
Dan mereka juga meyakini  bahwasanya wajib bagi kaum muslimin tuntuk dan patuh kepada dalam keikan terhadap pemimpin yang memimpin kaum muslimin, dan tidak boleh memberontak selagi belum masuk katagori kufur.
Dan merka juga pertenghan dalm masalah sahabat diantara kelompok syi’ah rafidhah dan khawarij, maka mereka mencintai seluruh sahabat nabi, dan ridho terhadap mereka dan berpegang atat apa yang mereka berselisih  tentangnya.
BAB PERTAMA : SUSUNAN AGAMA
Agama allah mempunyai tiga susunan ,yaitu; Islam, Iman, Ihsan.
A.      Islam
Apabila disebutkan lafadz islam secara mufrod maka yang saya maksud adalah agama allah seluruhnya, dan apabila disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang saya maksud adalah  perbuatan dan perkataan yang dzohir.
Dan syari’at islam sangat banyak diantaranya : rukun islam yang ada lima, yaitu; bersyahadat bahwasanya tiada tuhan kecuali allah, mendirikan sholat, membayar zakat, puasa ramadhan, dan berhaji ke baitullah al haram.
B.      Iman
Apabila disebutkan kata iman sendiri maka yang saya maksud adalah agama allah seluruhnya.
Dan maksud iman disini adalah mengatakan dengan lisan,  meyakini dengan hati, dan mengamalkan dengan anggota badan. Maka lebih ringkas lagi adalah : perkataan, niat, dan amal.
Pengalan merupakan rukun dari keimanan, tidak benar iman seseorang terkecuali dengannya, maka barangsiapa yang meninggalkan beramal dengan apa yang di wajibkan oleh allah hukumnya kufur secara ijma’.
Dan apabila disebutkan kata iman bersamaan dengan islam, maka yang dimaksud ketika itu adalah keyakinan keyakinan batin.
Dan iman disini memiliki enam rukun : Pertama : adalah beriman kepada allah, ia mencakup yakin akan keberadaan allah, dan yakin akan keEsaan allah dalam hal rububiyah, uluhiyah, dan asma’ dan sifat-Nya.
Kedua : beriman kepada malaikat malaikat allah, dan ini mencakup empat perkara : yakin akan keberadaannya, yakin terhadap siapa saja yang kita ketahui namanya, yakin akan sifat sifat merka yang sudah kita ketahui, dan yakin dengan tugas atau pekerjaan mereka yang  kita ketahui.
Ketiga : Beriman dengan kitab-kitab Allah, dan ini mencakupi empat perkara : yakin bahwa Allah menurunkan kitab kepada setiap Nabi-nabi dan Rasul-rasul, yakin bahwanya seluruh apa yang ada pada kitab Allah sebelum di ganti itu benar dan sesungguhnya kitab-kitab Allah Sudah di selewengkan/ganti  selain Al-qur’an, yakin dengan nama-namanya yang telah kita ketahui dari kitab-kitabnya, yakin bahwasanya di wajibkan atas seluruh umat untuk mengamalkan kitab-kitabnya dan setelah di turunkan al-qur’an menghapus seluruh kitab-kitab terdahulu
Keempat : beriman dengan Rasul-rasul dan Nabi-nabinya, dan ini mencakupi tiga perkara : yakin sesungguhnya Allah telah mengutus pada umat Rasul-rasul, yakin dengan barangsiapa yang mengingatkan kita dari nama rasulullah dan barang siapa yang belum mengingatkan kita dari nama-naman rasul maka kita beriman secara global, sesungguhnya keyakinan Rasulullah itu satu akan tetapi kalau syariat mereka itu berbeda-beda  dalam menjelaskan hukum-hukumnya dan di wajibkan seluruh penduduk alam baik manusia maupun jin setelah di utus penutup para nabi dan rasul maka wajib untuk mengikuti syariatnya
Kelima : Beriman kepada hari akhir/kiamat : fitnak kubur, kenikmatan kubur dan azabnya, tiupan sangkar kala, hari kebangkitan, hisab, neraka dan surga
Keenam :  Beriman kepada Qadar baik dan buruk
C.      IHSAN
Ihsan memiliki dua derajad dan dua maqam :
                Pertama yang paling tinggi :Maqama musyahada
                Kedua  : Maqama ikhlas
BAB KEDUA : TAUHID
Tauhid ialah beriman dengan keberadaan Allah dan keesaannya dengan rububiyah,
                Uluhiyah, dan asma’ wasifat
                Tauhid  memiliki tiga bagian :
                Pertama : tauhid rububiyah
                Kedua     : tauhid uluhiyah
                Ketiga     : tauhid asma’ wasifat
A.      TAUHID RUBUBIYAH
Ialah beriman dengan kebedaan Allah dan sesungguhnya dia maha pemberi rizki,
                Pengatur seluruh alam dengan sendirinya.
                                Dan tauhid ini tidak cukup dengan sendirinya untuk masuk islam, dahulu orang-orang
Musrik itu mengikrarkannya, maka mereka dengan itu edalam islam, maka keikut sertaan mereka kedalam tauhid uluhiyah.
                Tauhid ini telah di ikrarkan banyak manusia pada Qadim dan Hadis, belum di ingkari kecuali sedikit dari manusia.
  
B.      TAUHID ULUHIYAH
Ialah mengesakan Allah dengan ibadah, dan oleh karna ini Allah menciptakan manusia dan jin, oleh karna itu terjadi perselisihan antara Nabi-nabi umat-umat dan antara ahli tauhid dengan ahli syirik  dan dongeng. Tauhid ini mencakupi seluruh tauhid ‘laila haillallah’ Artinya [ tidak ada sembahan selain Allah]
            ∞Kalimat tauhid mempunyai tujuh syarat
1.    Ilmu dengan makna
2.    Yakin
3.    Qabul {menerima}
4.    Tunduk patuh
5.    Jujur
6.    Ikhlas
7.    Kecintaan
∞Pembatal kalimat tauhid terkumpul pada 3 pembatal
1.    Syirik besar
2.    Kufur akbar
3.    Munafik iktiqadi
            IBADAH : Ialah segala sesuatu yang di cintai dan di ridha Allah dari perbuatan ,
Perkataan secara lahir dan batin.
            Ibadah di bagi mencadi dua bagian :
Pertama  : Ibadah murni
            Ialah seluruh perbuatan dan perkataan dia ibadah pensyaratan aslinya dan ditunjukkan bukti atas pengharaman menyelewengkan selain Allah. Mencakupi ibadah hati, prtkataan, badan, hartanya.
Kedua : Ibadah tidak murni
            Ialah perbutan dan perkataan yang bukan ibadah dari pensyaratan aslinya, akan tetapi dia berubah-rubah dengan niat yang benar kepada mencakupi perbuatan wajib, sunnah dan makruh. Dan apabila seorang muslim mencari perbuatan dan meninggalkan wajah Allah maka itu iabadah di berikan pahala kepadanya.
Diterimanya ibadah ada dua syarat :
1.    Ikhlas
2.    Sesuai dengan syarat Allah
Ibadah kepada Allah fokus atas tiga ushul :
1.    Kecintaan
2.    Ketakutan
3.    Mengharap
C.     TAUHID ASMA’ WASIFAT
            Nama-nama dan sifat-sifatnya dari ghaib yang tidak diketahui oleh manusia dari sisi paling jelas kecuali dengan cara mendengar  dan tidak mungkin untuk akal manusia melihat asma’ Allah dan sifatnya
Jalan Ahlussunnah pada sifat uluhiyah :
Mereka menetapkan allah apa-apa yang di tetapkan Allah untuk dirinya sendiri pada kitan atau apa-apa yang di tetapkan oleh rasulullah dari tidak menyelewengkan dan tidak ta’til, takyif, dan tamsil, beriamn dengan sifat-sifat hakikat pantas keagungan Allah.
Bahwasanya menantikan terhadapnya apa-apa yang telah Allah menantikan terhadap dirinya dan menantikan terhadap rasulullah bersam iktikat mereka menetapkan kesempurnaan lawan dari sifat manfiyah terhadap Allah. Akan tetapi jalan mereka apabila belum datang kepada mereka kenafian dan tidak pula penetapannya. Kalau memang benar maka mereka terima dan kalau salah mereka tolak.
     

           



Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Terjemahan Matan tashil aqidah Pengarang : Dr. Abdullah bin Abdul Aziz Al Jibrin Ustadz di fakultas tarbiyah di universitas malik su’ud di riyadh"

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Mohon izin copast

    BalasHapus
  2. Pdf nya ada mas? Jika mas berkenaan kami mohon dikirim. Untuk bantu proses belajar kami di pondok

    BalasHapus